Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2017

Ilmu Balaghah

A. AL-BALÂGHAH — AL-FASHÂHAH Balâghah secara etimologi berarti al-wusûl wa al-intihâ’ (sampai dan berakhir). Balâghah secara terminologi hanya ditempatkan sebagi sifat yang melekat pada kalâm (balâghatu al-kalâm) dan sifat yang melekat pada mutakallim (balâghatu al-mutakallim). Balâghat al-kalâm, berarti mencari kalimat yang sesuai dengan maksud yang dikehendaki, dengan kata-kata yang fasih baik ketika mufrad maupun murakkab . Sedangkan kalimat yang bâligh (al-kalâm al-balîgh) adalah kalimat yang mampu mengejawentahkan ide penutur untuk disampaikan kepada lawan tutur (pendengar) dengan gambaran ide yang tidak berubah pada keduanya. Sedangkan balâghat al-mutakallim , berarti kemampuan diri untuk mencipta kalimat yang balîgh ( fasîh dan mengena sasaran) [1] . Dari terminologi di atas nampak jelas bagaimana balâghah mempunyai peran komunikatif—stimulus dan respon—dengan kalimat yang tidak ambigu dan mampu mewakili ide penutur. Al-Fashâhah dalam istilah ilmuan balâghah ...